Kelompok Otak Loading:
1. Arum Setia Ayu (06)
2. Ismi Elvita Khairunnisa (19)
Langkah-langkah praktikum:
Ketiga foto ini saling berkaitan dan membahas pengalamatan jaringan internal.
Foto 3 menunjukkan daftar alamat IP yang sudah dikonfigurasi. Terdapat dua entri: alamat dengan network yang terikat pada interface SERVER ISMI, serta satu alamat lain di jaringan yang terikat pada interface ISP ARUM.
192.168.6.1/24192.168.6.0192.168.103.0/24Foto 4 memperlihatkan detail pengisian alamat pada interface SERVER ISMI dengan gateway network . Ini merupakan gateway untuk jaringan lokal (LAN).
192.168.6.1/24192.168.6.0Foto 5 menampilkan konfigurasi IP Pool bernama dengan rentang alamat hingga (terpotong, kemungkinan hingga 192.168.6.254). IP Pool ini akan digunakan untuk dibagikan ke klien DHCP.
ARUM N ISMI192.168.6.2192.168.6.
Secara keseluruhan, ketiga foto ini menunjukkan bahwa administrator telah menyiapkan skema jaringan lokal di subnet dengan gateway dan pool alamat yang siap diberikan ke perangkat klien.192.168.6.0/24192.168.6.1
00:10:00ARUM N ISMIKeempat foto ini merupakan rangkaian langkah-langkah dalam menjalankan DHCP Setup Wizard pada interface SERVER ISMI.
Foto 7 memilih interface SERVER ISMI sebagai tempat DHCP Server akan berjalan.
Foto 8 menetapkan gateway untuk jaringan DHCP yaitu .
192.168.6.1Foto 9 menentukan ruang alamat DHCP .
192.168.6.0/24Foto 10 mengatur rentang alamat yang akan diberikan, yaitu hingga (terpotong).
192.168.6.2192.168.6.
Proses ini mengindikasikan bahwa administrator telah mencoba melakukan setup ulang DHCP Server, namun hasil akhir dari proses tersebut tidak ditampilkan. Jika setup ini berhasil diselesaikan, seharusnya Address Pool pada DHCP Server (Foto 6) akan berubah dari menjadi .static-onlyARUM N ISMI
Pada langkah ini, administrator mengisi DNS Servers dengan alamat . Ini menunjukkan bahwa router akan mengarahkan semua permintaan DNS klien ke server DNS yang berada di alamat tersebut. Perlu dipastikan bahwa adalah server DNS yang valid dan dapat dijangkau. Idealnya, DNS server juga bisa diisi dengan DNS publik seperti 8.8.8.8 atau 1.1.1.1 sebagai cadangan.192.168.103.1192.168.103.1
Foto 13 menampilkan jendela Action pada aturan NAT. Tindakan yang dipilih adalah masquerade. Masquerade adalah jenis NAT yang memungkinkan trafik dari jaringan lokal keluar melalui interface ISP dengan menyamarkan alamat IP lokal menjadi alamat IP publik yang didapat dari ISP. Secara singkat, ini berfungsi agar perangkat di jaringan lokal bisa mengakses internet.
Foto 16 memperlihatkan aturan NAT lebih lengkap pada tab General. Konfigurasinya adalah:
Chain: (source NAT, artinya NAT dilakukan terhadap alamat sumber)
srcnatOut. Interface: (trafik keluar melalui interface ISP)
ISP ARUM
Foto 17 menampilkan daftar firewall yang sudah ada, dengan baris nomor 0 menunjukkan aturan pada chain . Ini membuktikan bahwa aturan NAT masquerade sudah terpasang dan aktif. Aturan ini sangat penting dan merupakan syarat mutlak agar klien di jaringan lokal () bisa keluar ke internet melalui interface ISP ARUM.masqueradesrcnat192.168.6.x
dhcp100:10:00Address Pool telah berubah menjadi dhcp_pool1 (sebelumnya ). Ini berarti DHCP Server sekarang sudah siap membagikan alamat IP dinamis ke klien.static-onlyFoto ini menampilkan dua IP Pool yang tersedia:
ARUM N ISMI dengan rentang
192.168.6.2 - 192.168.6.254dhcp_pool1 dengan rentang
192.168.6.2 - 192.168.6.254
Kedua pool memiliki rentang alamat yang sama persis. Ini menimbulkan potensi konflik atau duplikasi. Tampaknya administrator membuat pool baru bernama selama proses DHCP Setup, sementara pool lama tidak digunakan. Disarankan untuk menghapus atau menonaktifkan pool yang tidak terpakai agar tidak membingungkan.dhcp_pool1ARUM N ISMI


.jpeg)




.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)