Selasa, 27 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 1. Siapkan alat-alat seperti dibawah ini :


  • Gunting kabel / cable cutter (pegangan kuning)
  • Gulungan kabel (spool kayu berisi kabel hitam)
  • Kotak tisu
  • Alat ukur fiber optik / optical power meter
  • Tang kombinasi kecil
  • Tang crimping / tang press konektor
  • Laser pointer / Visual Fault Locator (VFL)
  • Botol alkohol (Isopropyl Alcohol)
  • Konektor fiber optik (dua buah, kemungkinan konektor fast/SC)
  • Alat stripper fiber optik (pengupas kabel fiber, warna hijau tua)

2. Langkah - Langkah 
    
    1. Belah kabel fiber sesuai panjang yang dibutuhkan



    2. Lepaskan lapisan luar kabel hingga serat terlihat 
        
        Kupas lapisan luar kabel fiber optik sekitar 4 cm.





    3. Kupas serat kaca (berwarna biru) sampai bersih
        
        Kupas sampai inti serat kaca terlihat. Sisakan serat kaca sekitar 2 inch.

        



    4. Bersihkan inti serat kaca menggunakan tisu yang sudah diberi alkohol

        Beri alkohol pada tisu untuk mengelap inti serat kaca agar bersih dari kaca yang mungkin masih            tertinggal.
        


    5. Masukkan inti serat kaca ke konektor fiber optik

        

    6. Tutup konektor fiber optik

        


    7. Tes hasil kabel pada alat ukur fiber optik sampai menghasilkan tegangan dibawah -40

        Jika hasilnya menunjukkan tegangan dibawah -40 menandakan bahwa kabel sudah berhasil dibuat.




Selasa, 20 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.